Komnas Ham Periksa 10 HP Terkait Penembakan Brigadir J

Terdapat 15 HP yang dibawa Tim Siber Polri

Fatimah Oktavianti
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 09:24 WIB
Komnas Ham Periksa 10 HP Terkait Penembakan Brigadir J
Anggota Komnas HAM, M. Choirul Anam dan Beka Ulung Hapsara (Suara.com/Yaumal)

Poptren.suara.com - Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) telah melakukan pemeriksaan telepon genggam atau handphone (HP) yang terkait dengan peristiwa penembakan Brigadir J, Jumat (5/8/2022).

Dari hasil pemeriksaan, diperoleh data digital percakapan yang disebut semakin menguatkan konstruksi peristiwa yang dibangun Komnas HAM. 

Pada saat pemeriksaan, terdapat 15 HP yang dibawa Tim Siber Polri dan baru 10 HP yang datanya diperoleh Komnas HAM. 

Data tersebut berupa bahan mentah atau raw material dari percakapan. Data itulah yang selanjutnya akan dianalisis Komnas HAM. 

Baca Juga:Transjakarta Akan Pasang CCTV untuk Cegah Pelecehan di Dalam Bus

Selain percakapan, Komnas HAM juga memperoleh data berupa dokumen foto, kontak akun dan sejumlah temuan digital, serta dokumen administrasi penyelidikan.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan sejumlah data yang diperoleh dari 10 HP menguatkan konstruksi waktu yang dibangun.

“Yang ini nggak kalah pentingnya dan ini kalau bagi Komnas HAM ini sangat penting adalah soal constraint waktu yang sejak awal kami dapatkan dari Jambi. Itu juga terukur dari hasil pendalaman kami dalam 10 HP tersebut. Di constraint waktunya terkonfirmasi ya, substansinya juga terkonfirmasi,” ucap Anam.

Meski tidak dijelaskan siapa pemilik HP, namun dipastikan sejumlah telepon genggam terkait dengan pihak yang mengetahui peristiwa penembakan Brigadir J.

“Yang dalam percakapan itu, ya siapapun yang memang terlibat dalam peristiwa itu. Orangnya siapa nggak bisa kami sebutkan, kapan waktunya, belum bisa kami sebutkan, karena kami sedang mengkonfirmasi dengan bahan-bahan yang ada di internal kami,” tutur Anam.

Baca Juga:Teddy Pardiya Dituduh Lakukan Penipuan

Data yang diperoleh dari 10 telepon genggam masih berkaitan dengan data cell dump yang sebelumnya diperoleh.

Cell dump merpakan teknik untuk mengetahui keberadaan seseorang dengan melacak signal dari HP.

“Pasti itu berkaitan dengan semua hal yang sudah kami peroleh keterangan saksi cell dump, CDR lokasi waktu semua yang terkait,” ujar Anam.

Sementara itu, terkait lima HP lainnya, masih dalam proses analisis yang akan diagendakan minggu depan.

Sebelumnya, Komnas HAM telah menggali keterangan dari Tim Siber dan Digital Forensik Polri terkait CCTV dan handphone (HP) dalam peristiwa penembakan yang terjadi. 

Hasilnya, Komnas HAM diperlihatkan 20 rekaman kamera CCTV yang diperoleh dari 27 titik. Dalam rekaman kamera CCTV, salah satunya menunjukkan Putri Candhrawati istri dari Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J serta ajudan lainnya melakukan tes PCR bersama, sesaat sebelum peristiwa penembakan.

Kemudian ada data yang menunjukkan keberadaan masing-masing pihak saat peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J. 

Keberadaan masing-masing pihak saat kejadian itu diperoleh dari teknik cell dump, yaitu dengan melacak keberadaan mereka melalui telepon genggamnya atau HP. Data itu selanjutnya akan dianalisis Komnas HAM.

Merujuk pada laporan awal kepolisian, istri Irjen Ferdy Sambo diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J.

Peristiwa itu diduga menjadi pemicu baku tembak yang menewaskan Brigadir J. Penembakan diduga dilakukan Bharada E yang juga ajudan Ferdy Sambo di rumah dinasnya, di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

Sementara pada Rabu (3/8/2022), Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan, Bharada E dijerat pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 KUHP.

Pasal 338 KUHP adalah pasal pembunuhan. Sementara pasal 55 dan 56 KUHP adalah pasal turut serta dalam melakukan kejahatan.

“Sampai hari ini penyidik masih memeriksa 42 saksi, termasuk ahli, baik dari unsur biologi kimia forensik, IT forensik, kedokteran forensik. Menyita barang bukti alat komunikasi, CCTV dan barang bukti di TKP diperiksa dan diteliti labfor,” tutur Andi Rian.

“Pemeriksaan saksi cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” tambahnya.

Berdasarkan pasal yang dijerat, Andi Rian menuturkan, Bharada E melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J bukan sebagai bentuk bela diri.

Kasus yang menjerat Bharada E berdasarkan laporan keluarga Brigadir J.

“Pemeriksaan telah berkembang. Masih ada beberapa saksi yang akan kita periksa di beberapa hari ke depan,” ucapnya.

Saat ini Bharada E ada di Bareskrim setelah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diperiksa sebagai tersangka. 

“Langsung kita tangkap dan kita tahan,” tandas Andi Rian.

Sumber: Suara.com

Reading

Terkini

Dapat penghargaan dari UNESA karena kontribusinya melahirkan DBON sebagai usaha untuk meningkatkan prestasi atlet

Screen | 17:20 WIB

Film kedua Pengabdi Setan telah berhasil mencetak rekor baru

Screen | 16:59 WIB

Bakat musiknya diakui semakin terasah, Mayang panen apresiasi dari warganet.

Screen | 16:20 WIB

Ganda Putra Bulutangkis Indonesia semakin memaksimalkan persiapan jelang Kejuaraan Dunia 2022

Screen | 16:13 WIB

Video itu direkam oleh Bobon Santoso, Youtuber asal Bali.

Screen | 16:08 WIB

BLACKPINK mengumumkan bahwa mereka masuk dalam lineup penampilan untuk MTV Video Music Awards 2022.

Screen | 15:51 WIB

Mona Ratuliu bersama suaminya menjelaskan kronologi dan alasan sang anak merasa depresi.

Screen | 15:30 WIB

Jeffry Nichol Selama Ini diketahui menganggap apra fans adalah keluarganya.

Screen | 15:20 WIB

Pasangan FajRi menanggapi dengan santai tentang anggapan lebih berpeluang juara dari Minions dan The Daddies

Screen | 15:16 WIB

Anies jadi salah satu kandidat kuat calon Presiden yang kemungkinan akan diusung PKS.

Screen | 15:00 WIB

HUT ke-77 RI di Kota Bogor, kata dia, akan diisi oleh perlombaan tradisional

Reading | 14:46 WIB

Berhenti sebagai anggota DPR RI, kini muncul keinginan Anang Hermansyah kembali ke parlemen.

Screen | 14:44 WIB

Fajar/Rian Vs Hoki/Kobayasi jelang Kejuaraan Dunia 2022

Screen | 14:06 WIB

Program khusus disiapkan Bank Indonesia (BI), yaitu biaya tranfer bank hanya Rp 77.

Reading | 14:05 WIB

Dalam kegiatan peluncuran yang disertai webinar, Menkop UKM menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besarnya.

Reading | 13:51 WIB
Tampilkan lebih banyak